Bagi kalian yang akan menyusun proposal Pekan Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan, mungkin postingan ini sedikit membantu :) ...
NASI UNGU WARNA UNIK BERBAHAN ALAMI
A. JUDUL
”Nasi
Ungu Warna Unik Berbahan Alami”
B. LATAR
BELAKANG MASALAH
Nasi merupakan
makanan pokok masyarakat Indonesia. Manfaat kesehatan lebih besar didapatkan
dengan mengkonsumsi nasi ungu. Salah
satunya untuk menyembuhkan penyakit kanker,
pemilihan ubi diolah bersama nasi bukan tanpa alasan. Ubi merupakan
makanan khas Indonesia yang selama ini agak tersingkirkan padahal memiliki kandungan kesehatan yang tinggi.
Ubi jalar salah satu makanan yang menghasilkan
gas dalam perut, memiliki pigmen warna ungu
yang
bermanfaat sebagai antioksidan karena dapat menyerap polusi
udara, racun, oksidasi dalam tubuh, dan menghambat penggumpalan sel-sel
darah.Ubi ungu juga mengandung serat pangan alami yang tinggi, prebiotik, kadar
Glycemic Index rendah, dan oligosakarida. Selain itu, ubi ungu juga mengandung
lisin, Cu, Mg, K, Zn rata-rata 20%, juga merupakan sumber karbohidrat dan
sumber kalori yang cukup tinggi. Ditambah dengan sumber vitamin dan mineral,
vitamin yang terkandung dalam ubi jalar antara lain vitamin A, vitamin C,
thiamin (vitamin B1), dan riboflavin. Sedangkan mineral dalam ubi jalar
diantaranya adalah zat besi (Fe), fosfor (P), dan
kalsium (Ca). Kandungan
lainnya adalah protein, lemak, serat kasar dan abu. Total kandungan antosianin
bervariasi pada setiap tanaman dan berkisar antara 20 mg/100 g sampai 600
mg/100 g berat basah. Total kandungan antosianin ubi jalar ungu adalah 519
mg/100 g berat basah. Antosianin ubi ungu juga memiliki
fungsi fisiologis misal antioksidan, antikanker, antibakteri, perlindungan
terhadap kerusakan hati, penyakit jantung dan stroke. Ubi ungu bisa menjadi
anti kanker karena didalamnya ada zat aktif yang dinamakan selenium dan iodin
dan dua puluh kali lebih tinggi dari jenis ubi yang lainnya. Ubi jalar ungu
memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri 2,5 dan 3,2 kali lebih tinggi
daripada beberapa varietas “blueberry”, selain itu juga baik untuk mendorong
kelancaran peredaran darah. Bagi masyarakat yang tinggal di kota rentan terhadap polusi udara, stres, resiko makanan
siap saji dan junkfood
Ubi
ini sangat cocok dijadikan sebagai kudapan, dapat dihidangkan dalam bentuk yang
lebih menarik, seperti misalnya nasi ungu. Proses pengolahan nasi ungu
terbilang sederhana dan mudah. Nasi ungu jauh lebih enak dibanding nasi uduk,
nasi kuning, bahkan nasi merah
.
C. PERUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah
diuraiakan di atas, maka permasahan
yang dibahas dalam program ini adalah:
a. Bagaimana cara memanfaatkan hasil
pertanian lokal (ubi ungu)
menjadi sesuatu produk yang bernilai ekonomi tinggi?
b. Bagaiman cara pembuatan nasi ungu?
D. TUJUAN
Tujuan program yang hendak dicapai adalah
sebagai berikut :
a.
Memberikan pengetahuan dan pengenalan
kepada masyarakat bahwa ubi ungu dapat diolah sebagai bahan campuran untuk nasi.
b.
Menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan
mahasiswa untuk mendorong terciptanya wirausaha baru dengan memanfaatkan hasil perkebunan
ubi ungu sebagai
bahan campuran untuk nasi. Berorientasi pada profit, sebagai layaknya wirausahawan.
c.
Untuk
mengetahui prospek usaha nasi ungu di lingkungan kampus dan tempat distribusi
yang lain.
d.
Untuk memanfaatkan hasil tanaman lokal
menjadi produk olahan
yang bernilai ekonomi tinggi.
E. LUARAN
YANG DIHARAPKAN
Luaran yang diharapkan dalam program ini
adalah :
a. Terciptanya peluang usaha mandiri yang bergerak di sektor home
industri yang mengacu pada bidang kesehatan.
b. Meningkatkan karya
kreatifitas inovatif mahasiswa dalam rangka bereksperimen dan menemukan hasil
karya yang bermanfaat dan tepat guna.
F. KEGUNAAN
Adapun kegunaan program yang dimaksud
adalah :
a. Meningkatkan inovatif mahasiswa dalam menemukan hasil karya yang
dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha.
b. Untuk meningkatkan kreatifitas dan penalaran pada pengembangan
ilmu teknologi pangan.
c. Memperkenalkan kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan hasil
pertanian yang melimpah / ubi ungu sebagai produk yang dijadikan peluang usaha.
G. GAMBARAN
UMUM RENCANA USAHA
1. Analisis Pasar
Nasi ungu yang kami rencanakan
memiliki peluang usaha yang cukup menjanjikan.
Nasi ungu ini akan kami kemas dengan lauk pauk dan sayur sehingga akan memenuhi
kebutuhan masyarakat. Nasi ungu yang merupakan inovasi lain dari nasi putih
ini, mulai diminati oleh masyarakat daerah Denpasar. Namun, pengusaha yang
bergerak dalam olahan ubi ungu ini masih tergolong sedikit. Oleh karena itu
kami mencoba untuk membuka usaha nasi ungu. Selain itu, manfaat lebih yang
dapat dirasakan oleh konsumen adalah vitamin dan mineral dari ubi ungu, yang
menjadi nilai lebih produk ini.
2. Sistem Pemasaran
Metode pemasaran yang kami terapkan
adalah pemasaran melalui media cetak/brosur yang kami sebar di tempat umum
seperti pasar,sekolah,tempat rekreasi dsb sehingga produk kami akan lebih cepat
dikenal, selain itu juga memanfaatkan promosi dari mulut ke mulut dengan
lingkungan terdekat.
3. Sitem Penjualan
Metode penjualan yang kami terapkan
disini adalah metode konsinyasi,dengan menitipkan produk kami pada pedagang
atau agen tertentu yg siap untuk memasarkan produk kami,tentunya dengan
pembagian komisi yang dibagi dari hasil penjualan produk.
H. METODE
PELAKSANAAN
Pelaksanaan
program usaha Nasi Ungu ini terdiri atas dua proses yaitu pembuatan nasi dan
pembuatan lauk pauknya. Proses pembuatan nasi ungu terdiri dari tiga tahap
yaitu persiapan alat dan bahan, dan pembuatan nasi ungu. Sedangkan pembuatan
lauknya terdiri dari dua tahap persiapan alat dan bahan dan pembuatannya.
1.
Proses Pembuatan Nasi Ungu (Untuk Satu Porsi)
a.
Persiapan Bahan dan Alat
Bahan :
- beras ½ Gelas
- ubi ungu seperempat aja, tapi yg ukurannya lumayan besar
- air secukupnya
- garam secukupnya
- daun salam secukupnya
Alat :
-Panci
-Saringan
-Baskom
-Spatula
-Kompor Gas
b.
Pembuatan nasi ungu
Cara membuat :
- Kukus ubi ungu sampai matang, haluskan dan campurkan dengan air,
saring dan diambil airnya aja
- masak beras dengan air ubi tadi
- campurkan garam, daun salam, dan daun serai
- aduk sampe air sat,
- kukus nasi diatas kukusan
- masak sampe empuk
2.
Pembuatan Lauknya Pauknya
(untuk Satu Porsi)
a.
Sayur Urab
v
Persiapan Bahan dan Alat
Bahan :
1 ikat bayam, siangi
8 lonjor kacang panjang, potong 3 cm
5 lembar kol, iris
1 ikat kangkung, siangi
2 batang wortel, potong bentuk korek api, rebus
50 gram taoge, buang ekornya
1 butir kelapa setengah tua, kupas, parut memanjang
3 lembar daun jeruk, iris halus
2 buah jeruk limau, ambil airnya
Bumbu yang di
haluskan :
8 buah bawang merah
5 siung bawang putih
3 buah cabai merah besar
5 buah cabai rawit merah
2 cm kencur
1 sdt terasi bakar
1 sdt garam
1 sdm gula pasir
v
Pembuatannya :
1. Campur bumbu yang telah di haluskan dengan
kelapa dan daun
jeruk, aduk
rata. Sangrai hingga matang, angkat.
2. Cuci bersih sayuran dan rebus hingga matang,
tiriskan.
3. Siapkan wadah, tata sayuran rebus beserta
kelapa berbumbu dalam wadah atau sayuran dicampur dengan kelapa muda berbumbu.
Lengkapi dengan perasan jeruk limau.
4.
Sajikan.
b.
Pepes Pindang Dongkol
v
Bahan:
1. 400 gram pindang tongkol
2. 10 buah cabai merah
3. 5 siung bawang putih
4. 7 butir bawang merah
5. 5 butir kemiri
6. 2 ruas jari kunyit
7. Garam,gula pasir secukupnya
8. Daun salam
9. Daun pisang secukupnya
v Pembuatannya
Cara Membuat Resep Pepes Pindang Tongkol
1. Haluskan semua bumbu kecuali daun salam, campur dengan tongkol.
2. Ambil selembar daun pisang, beri satu lembar daun salam. Masukkan
campuran pindang, bungkus dan semat dengan lidi.
3.
Kukus 30 menit. Angkat,siap di hidangkan
c. Sambal Plecing
v Bahan:
5 bh cabai merah
5 bh cabai rawit
1 sdt terasi, goreng
1 sdt air asam jawa
1 sdm gula merah, iris tipis
1 sdt garam
1 sdm air matang
1 sdt kencur
Cara membuat:
Haluskan semua bahan sekaligus.
Sajikan
I. RANCANGAN
BIAYA
| Jenis Pengeluaran |
Volume |
Satuan |
Harga Satuan (Rp) |
Total Harga (Rp) |
| I |
Bahan habis pakai |
|
|
|
|
| 1 |
Beras |
350 |
Kg |
9.000,00 |
3.150.000,00 |
| 2 |
Ubi Ungu |
125 |
Kg |
5.000,00 |
625.000,00 |
| 3 |
Rempah-rempah |
60 |
Kg |
8.000,00 |
480.000,00 |
| 4 |
Gula |
15 |
Kg |
5.000,00 |
75.000,00 |
| 5 |
Garam |
15 |
Kg |
2.500,00 |
37.500,00 |
| 6 |
Daun Salam |
0,5 |
Kg |
5.000,00 |
2.500,00 |
| 7 |
Pindang tongkol |
40 |
Kg |
10.000,00 |
400.000,00 |
| 8 |
Sayur Bayam |
150 |
Ikat |
2.000,00 |
300.000,00 |
| 9 |
Kacang Panjang |
100 |
Ikat |
2.000,00 |
200.000,00 |
| 10 |
Toge |
100 |
Kg |
15.000,00 |
1.500.000,00 |
| 11 |
Kacang Tanah |
50 |
Kg |
20.000,00 |
1.000.000,00 |
| |
Sub Total I |
7.770.000,00 |
| II |
Perlatan Penunjang
PKM |
|
|
|
|
| 1 |
Wajan |
2 |
Buah |
50.000,00 |
100.000,00 |
| 1 |
Panci |
2 |
Buah |
80.000,00 |
160.000,00 |
| 2 |
Baskom |
3 |
Buah |
5.000,00 |
15.000,00 |
| 3 |
Blender |
2 |
Buah |
125.000,00 |
250.000,00 |
| 4 |
Spatula |
3 |
Buah |
10.000,00 |
30.000,00 |
| 5 |
Mika |
700 |
Buah |
2.000,00 |
1.400.000,00 |
| 6 |
Sendok |
700 |
Buah |
1.000,00 |
700.000,00 |
| 7 |
Kompor |
2 |
Buah |
300.000,00 |
600.000,00 |
| 7 |
Gas LPG |
2 |
Buah |
200.000,00 |
400.000,00 |
| Sub Total II |
3.655.000,00 |
| |
|
|
|
|
|
| III |
Operasional dan
Perjalanan |
|
|
|
|
| 1 |
Biaya Perjalanan |
20 |
Kali |
20.000,00 |
400.000,00 |
| |
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
| |
Sub Total III |
400.000,00 |
| III |
Lain-lain |
|
|
|
|
| 1 |
Brrosur |
25 |
lembar |
1.500,00 |
37.500,00 |
| |
Sub Total IV |
37.500,00 |
| |
|
|
| |
Total Usulan Biaya |
11.862.500,00 |
.